An Ordinary Girl with a Million Dreams

Jumat, 23 Oktober 2009

Anti-KangIn (Sekelompok Orang Egois)


Hellooo… semua!
This is bored day…
Daripada bengong mendingan lanjutin postingan sebelumnya dah…
Masih ingat KangIn kan?
Yap! Aku mau tau pendapat kalian tentang dia. Kisahnya kan gak berhenti gitu aja setelah dia menyerahkan diri ke polisi. Setelah itu banyak kontroversi yang terjadi. Apalagi setelah kejadian tersebut, anti-KangIn (yang aku sebut sebagai kumpulan orang-orang egois) semakin banyak.
Anti-KangIn bahkan menyiapkan petisi kebencian yang akan dikirimkan ke KangIn, seperti menabur garam diatas luka. Intinya mereka ingin KangIn keluar dari Super Junior.
Menurutku mereka gak pantas mengaku E.L.F (Ever Lasting Friends, ikatan fans Super Junior). Aku yang masih E.L.F pemula aja merasa mereka egois sekali. Kenapa begitu?
Semua tindakan anti-Kangin plus Netizen gila yang ngirim petisi kebencian buat KangIn bikin aku gerah bin geram. Apa mereka tak berpikir tindakannya itu justru memaksa Super Junior terus menjadi sekelompok manusia yang sempurna. Padahal tak ada satupun manusia yang sempurna kan?
Coba saja pikir! Kalau (ini hanya ‘kalau’) KangIn keluar dari Suju apa semua beres begitu saja? Benarkah Super Junior akan kembali bersih namanya? Bayangkan kalau tiba-tiba Eunhyuk (salah satu member Super Junior) juga melakukan kesalahan... apa Eunhyuk juga harus keluar karena dia sudah ‘mencoreng’ nama baik SuJu dan sudah menjadi ‘manusia yang tidak sempurna’. Lalu bagaimana dengan Heechul, Kyuhyun, Ryeowook, Hankyung... (semua anggota Suju) haruskah mereka keluar jika telah melakukan kesalahan juga? Lalu bagaimana dengan Super Junior? Kpop Idol yang Kyuhyun sebut sebagai ‘The Lucky 13’ haruskah tinggal enam orang?

Ini dia The Lucky 13! Jangan ada yang salah kaprah tentang persahabatan mereka!


Aku mempertanyakan komitmen mereka sebagai E.L.F. Ever Lasting Friends...
Sebagai E.L.F aku yakin kita tak boleh memihak. Suka yang lain tapi membenci sisanya. Egois menurutku. Sukakah kita kalau kita ditekan sebagai manusia sempurna, yang tak pernah melakukan kesalahan?
Apakah mereka belum membaca pengakuan memilukan dari KangIn? Apakah perlu kutulis disini?
Kuceritakan saja intinya...
KangIn meminta maaf atas semua kesalahan yang dia buat. Ia tahu sudah tak pantas lagi menampakkan diri di hadapan para E.L.F karena membuat kesalahan yang berulang. Dia bahkan tak sanggup lagi menampakkan wajahnya di hadapan teman-temannya di Super Junior...
Kuulangi lagi, Super Junior adalah teman-temannya. Dia sudah di DO dari Suju Miracle, apakah perlu ia dipisahkan juga dari teman-temannya. Super Junior yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri. Egois sekali orang yang beranggapan seperti itu.
Remake kejadian, tapi bayangkan diri kita yang melakukannya!
Kita depressi berat, harus dipisahkan dari teman-teman kita...
Tak punya sandaran karena kita seorang atheis (KangIn atheis, itulah yang aku sesalkan)....
Akhirnya pelarian kita hanya kepada minum-minuman keras (Apalagi coba?)...
Kesal berat, melajukan kendaraannya dengan kecepatan 40-50 km/jam (lambat menurutku)...
Dan menabrakkan diri ke taksi yang kemudian taksi itu menabrak taksi lain didepannya, tak ada yang terluka serius, tapi pikiran kita kalut karena masih dibawah pengaruh alkohol...
Kabur...
Selesai!
Tapi tidak! Setelah itu apa yang akan kita lakukan? Kita telah sampai dirumah, namun kita tidak terlalu mabuk dan masih mengingat kejadian tabrakan barusan. Dihantui perasaan bersalah, dihadapan kita ada dua pilihan...
Pertama, kita diam saja. Tak ada saksi mata toh! Lagipula, kita yakin plat mobil kita takkan terbaca di malam yang gelap gulita. Selain itu kita tahu bahwa kita masih dalam masa percobaan karena kasus kita sebelumnya.
Kedua, menyerahkan diri. Teringat sebagian E.L.F yang turun ke jalan demi membebaskan kita dari kesalahan pertama. Tak mau mengecewakan dan membohongi mereka lagi, walaupun konsekuensinya mereka akan balik membencimu. Bahkan sebagian E.L.F di Asia Timur membencimu.
Pilihan mana yang akan kamu pilih? Aku tahu, jadi tak perlu kau mengatakannya. Hanya saja mampukah kita bersikap bijak menghargai KangIn yang rela menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi?
Silahkan pilih...
NB: Isi postingan kali ini aku rada emosional. Harap maklum!



Tidak ada komentar: